“Uda Fatih” Ikut Silat Karena Kemauan Sendiri dan Mendapat Medali Perunggu di Usia 5 Tahun

Al Fatih Dzaki Mesra adalah anak pertama dari pasangan Romi Mesra dan Rini Efrianti lahir di Padang, 10-02-2020, alhamdulillah mendapat medali perunggu pada usia 5 Tahun 8 Bulan pada kejuaran silat perdana yaitu Kejuaraan Pencak Silat Laga Tapak Suci Putera Muhammadiyah Tanjung Saba Se-Kota Padang Tahun 2025.

Sehari-hari di rumah kami memanggilnya Uda Fatih sebagai anak tertua. Sebelum Uda Fatih aktif mengikuti latihan silat, sebagai orang tua, saya memperkenalkan silat kepada Uda Fatih melalui TikTok, kemudian saya tanyakan “apakah Fatih mau ikut ini?” Fatih menjawab “Fatih mau yah, Fatih mau ikut”. Di hari berikutnya saya mencoba mencarikan tempat latihan silat yang ada di sekitaran tempat tinggal kami yang seingat saya pernah melihat anak-anak latihan silat di Masjid Raya Muhammadiyah Tanjung Saba sehingga saya mendatangi Masjid tersebut dan bertanya kepada salah seorang pedagang yang ada di sekitaran Masjid dan Ibu itu membenarkan bahwa memang ada latihan silat di sana setiap hari Minggu pukul 08.00 WIB. Kemudian saya diberitahukan lokasi dimana saya bisa menemui pelatih silat yang tidak jauh dari Masjid tersebut.

Selanjutnya saya membawa Uda Fatih dan Bundanya untuk ke tempat pelatih silat yang mana rencana kami mamu menanyakan prosedur pendaftaran agar Uda Fatih bisa ikut latihan silat. Alhamdulillah bertemu dengan Pak Gun, kemudian kami berbincang-bincang sebentar, setelah itu Pak Gun mempersilahkan Uda Fatih jika mau langsung ikut latihan silat di hari Minggu yang akan datang dengan berpakaian olah raga saja dulu karena baju silat harus dipesan terlebih dahulu.

Foto Pertama Kali Uda Fatih Ikut Latihan Silat

Sumber Foto: Romi Mesra

Pertama kali Uda Fatih ikut latihan silat pada Tanggal 27 Juli 2025 dengan menggunakan pakaian olah raga sekolahnya. Sebagai orang tua ada rasa bangga karena semua ini adalah keinginan dari Uda Fatih sendiri sehingga waktu latihan silat perdana Uda Fatih terlihat begitu bersemangat mengikuti setiap latihan yang menurut saya juga tidak mudah untuk anak seumuran Uda Fatih dimana harus berlari keliling lapangan, melompat, dll bahkan saya lihat anak-anak yang umurnya di atas Uda Fatih (mungkin sudah SD atau SMP) tampak kewalahan juga. namun saya lihat Uda Fatih melakukannya dengan senang dan banyak tertawa. Mungkin karena juga bertemu teman baru dan aktifitas baru (Silat) yang memang keinginannya sendiri, bukan paksaan dari orang tua.

Foto Pertama Kali Uda Fatih Ikut Latihan Silat

Sumber Foto: Romi Mesra

Kebiasaan latihan silat di sini ialah diadakan sparing setiap akhir latihan, Uda Fatih selalu bertanya “kenapa Fatih belum ikut sparing silat?” Sebagai orang tua saya jawab “Uda Fatih kan baru latihan, nanti Ayah bilang ke pelatih bahwa Ayah sebagai orang tua sudah izinkan Uda Fatih ikut sparing jika ada lawan sparing yang seimbang”. Di kesempatan minggu-minggu latihan selanjutnya akhirnya Uda Fatih berkesempatan untuk mengikuti sparing perdanannya, saya lihat Uda Fatih senang sekali dan mengikuti sparing dengan semangat.

Foto Sparing Perdana Uda Fatih

Sumber Foto: Romi Mesra

Selanjutnya Uda Fatih sudah mulai percaya diri untuk ikut sparing, meskipun memang tidak bisa terlalu sering karena tidak banyak lawan sparing yang seimbang untuk Uda Fatih. Setiap minggunya latihan Uda Fatih sudah ingatkan kami orang tuanya bahwa dia mau latihan silat sehari bahkan beberapa hari sebelum hari Minggu, hal ini memperlihatkan bahwa Uda Fatih begitu senang berdasar keinginannya sendiri untuk ikut latihan silat. Setelah beberapa bulan latihan silat ternyata ada Kejuaraan Pencak Silat Laga Tapak Suci Putera Muhammadiyah Tanjung Saba Se-Kota Padang Tahun 2025 yang akan dilaksanakan pada awal bulan November. Waktu diberitahukan ke Uda Fatih dia semangat sekali untuk ikut sehingga saya tanyakan kepada pelatihnya apakah Uda fatih sudah memenuhi syarat untuk ikut dan kata pelatihnya sudah dibolehkan. Kemudian Uda Fatih didata berapa berat badan dan tingginya untuk pendaftaran atlet silat. Bagi atlet silat yang akan bertanding diberi jadwal latihan tambahan pada malam hari setelah sholat Isya dan Uda Fatih juga semnagat sekali ikut latihan meskipun baru pertama kali ikut latihan di malam hari.

Foto Latihan Silat Tambahan di Malam Hari

Sumber Foto: Romi Mesra

Sempat beberapa kali Uda Fatih izin ikut latihan tambahan karena demam, namun jelang hari H pertandingan Uda Fatih bisa mengikuti latihan tambahan terakhir persiapan pertandingan yang akan mulai dilaksanakan pada Hari Kamis, 06 November 2025. Di rumah uda fatih juga latihan tambahan bersama Ayah, terutama latihan tendangan kaki kiri Uda Fatih yang masih belum sekuat tendangan kaki kanannya.

Pada hari H pertandingan yaitunya di Hari Kamis, 06 November 2025 saya dan Uda Fatih berangkat duluan ke Gor H. Agus Salim tempat pertandingan menggunakan sepeda motor, nanti rencana bunda dan adik-adiknya akan menyusul ke lokasi pertandingan. Ternyata Uda Fatih tampil di Pertandingan pembukaan yang berarti pertandingan pertama Kejuaraan Pencak Silat Laga Tapak Suci Putera Muhammadiyah Tanjung Saba Se-Kota Padang Tahun 2025.

Foto Uda fatih Diberi Semangat oleh Seniornya Sebelum Tampil

Sumber Foto: Romi Mesra

Sebagai orang tua ada rasa cemas juga melihat anak sekecil itu berjalan menuju gelanggang, ditambah lagi saya lihat lawan tandingnya memiliki postur tubuh lebih besar (sudah SD) sedangkan Uda Fatih (masih TK) namun sepertinya ini semua masih sesuai peraturan silat untuk menentukan lawan tanding (masih di kategori yang sama), tapi karena saya lihat uda fatih sangat semangat menuju gelanggang maka tidak ada alasan untuk tidak memiliki semangat yang sama dengan Uda Fatih.

Foto Pertandingan Silat Akan Dimulai

Sumber Foto: Romi Mesra

Bunda dan adiknya datang pas sekali Uda Fatih sudah di dalam gelanggang dan baru mulai bertanding sehingga ada tambahan semangat baru bagi Uda Fatih. Saya sebagai Ayahnya hanya terpaku melihat anak sekecil itu bertanding silat dengan penuh semangat meskipun jatuh bangun memberikan perlawanan yang memang menurut saya kurang sepadan dan seimbang, hal ini juga diamini oleh orang tua atau keluarga dari lawan Uda Fatih yang memang kata mereka “sepertinya lawannya ini masih kecil” begitu kata mereka. Saya yang berada di sekitar mereka menanyakan “kelas berapa anaknya buk?” mereka jawab kalau tidak salah kata mereka “sudah SD pak”, tapi mereka juga bilang “hal ini biasa dalam pertandingan silat pak, kadang dapat lawan lebih besar, kadang dapat lawan yang lebih kecil”.

Foto Uda Fatih Tetap Memberikan Perlawanan dalam Pertandingan

Sumber Foto: Romi Mesra

Kami sebagai orang tua pada dasarnya juara bukanlah fokus utama kami namun kami mengizinkan Uda Fatih ikut silat lebih karena memang ini keinginan Uda Fatih dan juga lebih kepada pembentukan mentalnya supaya lebih kuat, terlebih fenomena bullying yang marak belakangan ini, berharap juga melalui aktifitas silat ini Uda Fatih terhindar dari tindakan Bullying tersebut.

Alhamdulilah berdasarkan hasil akhir semua pertandingan kami orang tua diberi tahu bahwa Uda Fatih mendapatkan medali perunggu, setelah kami beritahukan kepada Uda Fatih yang meski dalam kondisi kurang sehat (demam, batuk) setelah pertandingan, Uda Fatih sangat senang dan tidak sabar untuk mengambil medalinya. Akhirnya di hari Sabtu sore dalam keadaan hujan dan kondisi Uda Fatih yang sebenanrnya juga masih kurang sehat, kami antarkan Uda Fatih ke Gor H. Agus Salim untuk mengambil medali perunggunya.

Foto Uda Fatih dengan Medali Perunggu Pertamanya Ditemani Adiknya Nalendra

Sumber Foto: Romi Mesra

Semua ini saya pikir akan menjadi pengalaman berharga untuk Uda Fatih ke depannya, bahkan beberapa hari setelahnya Uda Fatih sudah bertanya “Ayah, kapan Fatih melawan orang lain lagi?” orang lain di sini maksudnya adalah lawan tanding yang bukan dari teman-teman seperguruan silat Uda Fatih. Maka saya jawab “InshaAllah kalau nanti ada pertandingan lagi, Uda Fatih akan diikutkan lagi”.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *