Alhamdulillah, Tetap Penuh Syukur

Namanya Al Fatih Dzaki Mesra, tapi di rumah kami memanggilnya Uda Fatih. Usianya masih belia, kini duduk di bangku Kelas 1 SDN 30 Cengkeh, Kota Padang. Namun jangan tanya soal semangat dan dedikasinya di dunia pencak silat, untuk urusan ini, ia sudah jauh melangkah dari usianya.

Perjalanan Uda Fatih di dunia silat sebenarnya dimulai jauh sebelum ia mengenakan seragam sekolah dasar. Sejak usia 5,5 tahun, ketika masih duduk di bangku TK Jazeera Preschool Padang, ia sudah mulai mengikuti latihan pencak silat dan mengikuti kejuaran silat perdana yaitu Kejuaraan Pencak Silat Laga Tapak Suci Putera Muhammadiyah Tanjung Saba Se-Kota Padang Tahun 2025 dan mendapatkan Juara 3 (Medali perunggu).

Sebuah keputusan kecil di usia dini yang ternyata tumbuh menjadi passion yang terus dipupuknya hingga kini, bahkan setelah ia berpindah jenjang dan kini bersekolah di SDN 30 Cengkeh.

Di Padang Pencak Silat Open 2026 kali ini, Uda Fatih kembali menunjukkan hasil dari konsistensinya: meraih Juara 2 (Medali Perak) untuk kategori perorangan, dan mengantarkan timnya meraih Juara 3 Umum.
Ada kisah kecil yang menarik di balik keikutsertaannya kali ini. Sebagai siswa aktif, tentu ada konsekuensi administratif yang harus diurus agar Uda Fatih bisa mengikuti kejuaraan tanpa mengganggu proses belajarnya secara formal. Bunda pun mengurus surat permohonan izin dari panitia pelaksana Padang Pencak Silat Open 2026, yang kemudian diserahkan langsung oleh Bunda kepada Wali Kelas di sekolah. Alhasil, Uda Fatih mendapatkan izin libur sekolah selama 2 hari untuk fokus mengikuti kejuaraan tersebut, sebuah bentuk dukungan nyata dari pihak sekolah terhadap prestasi non-akademik siswanya.
Anak Kelas 1 SD dengan Jadwal yang Padat

Yang mungkin tidak banyak diketahui orang adalah, di balik prestasi ini, ada jadwal harian yang sudah cukup padat untuk anak seusianya. Selain kesibukan bersekolah setiap pagi, sore harinya Uda Fatih Ikut Bimbingan Belajar, kemudian juga rutin mengaji, memperkuat fondasi agamanya sejak dini. Setiap hari Jumat sore, ia juga aktif mengikuti Sekolah Sepak Bola, menyalurkan energi dan kegemarannya pada olahraga tim. Dan tentu saja, setiap Minggu pagi, ia rutin berlatih di perguruan silatnya, Tapak Suci Tanjung Saba, Kota Padang.
Belum lagi, jauh-jauh hari sebelum kejuaraan, ia menambah porsi latihan tambahan di rumah bersama Ayah setiap selepas Isya, mengulang teknik-teknik yang diajarkan pelatihnya. Bahkan di tengah rintik hujan yang belum sepenuhnya reda, ia tetap berlari bolak-balik menyusuri gang depan rumah untuk membangun stamina. Ia juga tekun memperbaiki tendangan kaki kirinya yang masih lemah, mengasah tendangan kanan, hingga berlatih tendangan tinggi menggunakan kursi sebagai penanda batas ketinggian, semua demi memastikan setiap gerakannya sah dan menghasilkan poin saat bertanding.
Sungguh jadwal yang luar biasa untuk seorang anak yang baru saja menginjak bangku Kelas 1 SD. Namun, alih-alih terlihat kelelahan atau terbebani, Uda Fatih justru menjalaninya dengan tenang, bahkan santai. Saat hasil pertandingan diumumkan, ia hanya berkata ringan, “Yey Fatih Juara 2, lebih baik dari kemarin yang juara 3.” Sesederhana itu, namun cukup untuk membuat kami sebagai orang tua merasa bangga luar biasa.
Lebih dari Sekadar Prestasi Akademik
Kami menyadari, tidak semua anak seusia Uda Fatih memiliki kesempatan atau kemauan untuk menjalani rutinitas seperti ini di tengah kesibukan sekolah. Namun bagi kami, inilah bentuk pendidikan yang utuh, bukan hanya soal nilai rapor, tapi juga soal karakter, disiplin, dan keberanian yang dibangun sejak dini melalui olahraga bela diri.
Dukungan dari pihak sekolah, khususnya Wali Kelas yang mengizinkan Uda Fatih absen sementara demi mengejar prestasi di bidang non-akademik, adalah bukti bahwa pendidikan yang baik memang harus menyeimbangkan antara akademik dan pengembangan minat bakat anak.
Kami berdoa, semoga perjalanan panjang Uda Fatih sejak usia 5,5 tahun hingga kini duduk di Kelas 1 SD ini terus menjadi pondasi kuat untuk masa depannya, bukan hanya sebagai atlet silat, tapi juga sebagai pribadi yang tangguh, disiplin, dan berakhlak baik.
InshaAllah, kami akan terus mendampinginya dalam setiap langkah, di setiap kejuaraan berikutnya. Tetap berproses, dan tetap membumi!
TTD
Ayah & Bunda
#kejuaraansilat #padangpencaksilatopen2026 #tapaksuci #udafatihdzm #sdn30cengkeh





Leave a Reply