Diam dan Tenang Bukan Berarti Penakut: Hansen Ryadi Sabet Medali Perak

PADANG — Di balik sosoknya yang pendiam dan tenang, tersimpan seorang petarung sejati. Itulah gambaran paling pas untuk Hansen Ryadi, pesilat muda dari Tapak Suci Tanjung Saba yang baru saja mengharumkan nama perguruannya dengan meraih Juara 2 dan medali perak pada Kejuaraan Padang Pencak Silat Open Tahun 2026 yang berlangsung 3–5 September 2026 di GOR FKKSP PT. Semen Padang.

Hansen Ryadi-Pesilat

Bagi yang mengenalnya di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya, Hansen dikenal sebagai anak yang kalem, jarang bicara, dan tidak pernah sekalipun terlibat perkelahian. Namun begitu badannya dibalut seragam tanding dan body protector terpasang di dada, sosok pendiam itu berubah total. Di atas matras, Hansen tampil percaya diri, tangkas membaca pergerakan lawan, dan berani mengambil momentum menyerang, sebuah kontras yang membuat siapa pun yang menyaksikannya bertanding dibuat kagum.

Dari Dibully Menjadi Disegani

Yang membuat kisah Hansen semakin menyentuh adalah perjalanan panjang di baliknya. Sikapnya yang tenang dan tidak suka mencari masalah, justru sempat membuatnya menjadi sasaran bully oleh teman-teman sebayanya. Bukan hal yang mudah bagi seorang anak untuk melalui masa-masa seperti itu.

Namun alih-alih membalas dengan kemarahan, Hansen memilih menyalurkan energinya ke latihan pencak silat di Tapak Suci Tanjung Saba. Tekun berlatih, disiplin menjaga sikap, dan terus mengasah kemampuan bertanding, sedikit demi sedikit membentuknya menjadi pesilat yang tangguh.

Perlahan, prestasi demi prestasi mulai ia torehkan. Dan seiring nama Hansen semakin dikenal sebagai pesilat berprestasi, perlakuan orang-orang di sekitarnya pun berubah. Tidak ada lagi yang berani mengusiknya. Rasa hormat menggantikan ejekan yang dulu pernah ia terima.

Didukung Penuh Sekolah dan Teman-Teman

Saat ini, Hansen duduk di bangku kelas lima SDN 03 Lubuk Begalung. Kabar prestasinya di Padang Pencak Silat Open 2026 disambut hangat oleh para guru dan teman-teman sekolahnya. Alih-alih dipandang sebelah mata seperti dulu, kini Hansen justru mendapat dukungan penuh dari lingkungan sekolahnya untuk terus menekuni dunia pencak silat dan rajin mengikuti berbagai kejuaraan. Dukungan ini menjadi energi tambahan baginya untuk terus melangkah maju di jalur yang telah ia pilih.

Bercita-Cita Jadi Aktor Laga

Di balik ketenangannya, Hansen menyimpan cita-cita besar. Ia mengaku ingin mengikuti jejak Iko Uwais, pesilat Indonesia yang telah sukses menembus industri film laga Hollywood, dengan bermimpi suatu hari nanti bisa menjadi aktor laga.

Namun bagi Hansen, pencak silat bukan sekadar jalan menuju cita-cita di dunia hiburan. Ia juga ingin kemampuan bela dirinya kelak dapat menjadikannya pelindung bagi keluarganya sendiri. Lebih dari itu, Hansen berharap perjalanan hidupnya bisa menjadi contoh bagi anak-anak seusianya yang saat ini masih gemar berkelahi atau ikut tawuran, bahwa ada jalan yang lebih baik untuk menyalurkan energi dan membuktikan diri, yaitu melalui prestasi, bukan kekerasan di jalanan.

Perak yang Penuh Makna

Medali perak yang digantungkan di leher Hansen pada Padang Pencak Silat Open 2026 bukan sekadar simbol prestasi olahraga. Medali itu adalah bukti nyata bahwa ketenangan, kesabaran, dan kerja keras mampu mengubah keadaan, dari seorang anak yang dulu direndahkan, menjadi sosok yang kini disegani karena kemampuannya di gelanggang.

Kisah Hansen menjadi pengingat bagi banyak orang, terutama anak-anak dan remaja yang mungkin sedang menghadapi situasi serupa, bahwa diam bukan berarti lemah. Justru dari ketenangan itulah, jika diarahkan pada hal yang positif seperti olahraga bela diri, bisa lahir kekuatan besar yang mengubah hidup seseorang.

Keberhasilan Hansen turut menjadi kebanggaan bagi Tapak Suci Tanjung Saba, sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan pencak silat tidak hanya membentuk fisik dan teknik bertanding, tetapi juga karakter dan mental seorang anak dalam menghadapi tantangan hidup. Dengan dukungan sekolah, keluarga, dan perguruan, cita-cita Hansen untuk terus berprestasi, sekaligus menjadi teladan bagi anak-anak lain, kini terasa semakin dekat untuk diwujudkan.

(Sumber: Ayahanda Hansen Ryadi)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *