JAKARTA – Penerbit asal Sumatera Barat, Naluri Edukasi Press, turut berpartisipasi dalam ajang Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026. Pameran buku ini berlangsung pada 30 September hingga 4 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Naluri Edukasi Press hadir bersama Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Sumatera Barat, yang membuka stand di nomor 43A. Lewat stand ini, penerbit-penerbit dari Ranah Minang memperkenalkan karya mereka kepada pengunjung dari Jakarta dan sekitarnya, termasuk para perantau Minang atau dunsanak.

IIBF 2026 mengusung semangat “Buku, Pengetahuan, Masa Depan”. Ajang ini menjadi ruang temu bagi penerbit, penulis, pembaca, dan pegiat literasi dari berbagai daerah. Bagi Naluri Edukasi Press, partisipasi ini menjadi kesempatan memperluas jangkauan buku-bukunya ke pembaca di tingkat nasional.
Naluri Edukasi Press membawa enam judul buku. Isinya mencakup kajian budaya, buku ajar ilmu sosial, dan sastra:
- Tuah Sakato: Kearifan Lokal Minangkabau dalam Membangun Organisasi Modern
- Buku Ajar Metode Penelitian Sosiologi
- Buku Ajar Sosiologi Digital
- Buku Ajar Pengantar Sosiologi
- Buku Ajar Pengantar Antropologi
- Kumpulan Puisi Bisikan Emak, Teladan Ayah, Si Anak Kelana

Buku Tuah Sakato mengangkat nilai kebersamaan dan gotong royong khas Minangkabau sebagai inspirasi mengelola organisasi modern. Empat buku ajar sosiologi dan antropologi ditujukan bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti. Sementara itu, kumpulan puisi Bisikan Emak, Teladan Ayah, Si Anak Kelana menghadirkan sisi sastra yang dekat dengan kehidupan keluarga dan perantauan.
Pengunjung IIBF 2026 dapat menemui buku-buku Naluri Edukasi Press di stand IKAPI Sumbar No. 43A, JICC Jakarta, hingga 4 Oktober 2026.
“…Penerbit Naluri Edukasi Press ke depan akan terus mengikuti ajang-ajang seperti ini untuk memperkenalkan karya-karya penulis yang menerbitkan karyanya bersama kami kepada pembaca yang lebih luas lagi baik secara nasional maupun internasional. Kemudian tentu juga bertujuan untuk memasarkan buku-buku penulis sehingga bisa menjangkau market yang lebih luas lagi, tentu hal ini akan berdampak langsung kepada penerbit dan kepada penulis itu sendiri.” (Romi Mesra-Founder Penerbit Naluri Edukasi Press).




Leave a Reply